Sunday, March 25, 2012

bercermin diri

Sahabat.

Begitu mudahnya lisan kita berbicara tentang kebajikan namun tak sadar kita justru menyudutkan seseorang dengan mengatas namakan kebaikan.



Merasa pintar, hingga lupa untuk berupaya dalam belajar pintar merasa.
Merasa benar, hingga lupa untuk berupaya dalam belajar benar merasa.
Merasa bisa, hingga lupa untuk berupaya dalam belajar bisa merasa.
Hingga tak sadar bahwa aib kita yang sesungguhnya bisa jadi lebih besar daripada yang pernah kita duga selama ini.

Dan sebelum lembaran aib kita itu dihamparkan dan dibentangkan-Nya dihadapan orang banyak, marilah kita mulai bercermin diri.

Tentang seberapa banyak sesungguhnya kebaikan yang telah kita lakukan dengan sepenuh hati dan semata-mata demi mengharap ridho-Nya yang tiada bertepi. Tentang seberapa pantas sebongkah amal yang selama ini dikumpulkan untuk kelak dipersembahkan dihadapan-Nya nanti.

Sebelum tiba suatu masa dimana kita yang akhirnya akan menjerit, saat menyadari bahwa ternyata sebongkah amal itu sungguh tiada berarti, karena telah tertukar dengan kesombongan diri selama hidup di dunia ini.

"Manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat nanti ialah orang yang (suka) memperlihatkan kepada orang lain bahwa dirinya banyak melakukan kebaikan (orang paling baik amalannya), padahal kebaikannya itu tidak ada."

tidak ada yang sempurna.... wallahu'alam bishawab ^_^

Friday, March 23, 2012

dia bukan segala-galanya

Ya Allah..... padahal dia telah jelas2 menyakitimu teman.. kenapa kamu masih mempertahankannya?

Dan dia sudah membuatmu menangis teman, kenapa kamu masih cinta padanya?

Dia juga telah menduakanmu teman, kenapa kamu masih menyayanginya?

Sungguh aku heran apa yang kamu pikirkan tentangnya? sehingga kamu rela segala-gala untuknya..
Aku tak tahu apakah kamu akan juga lakukan itu demi Tuhanmu??

Apakah kamu tidak pernah sedikit untuk berpikir dengan logikamu,, bahwa yang kamu lakukan adalah sungguh perbuatan yang sia-sia..



Apakah hidupmu hanya untuk mengurusinya saja??apakah hatimu hanya terpaut untuknya saja?

Aku yang melihat tentang keluh kesahmu bisa merasakan mirisnya hatimu ketika disakitinya...

Sudahlah relakan dia, ikhlaskan dia,, lebih baik kamu memikirkan masa depanmu, orang tuamu dan ibadahmu.. itu adalah lebih bermanfaat... daripada memikirkan laki-laki yang belum tentu jodohmu...

Kamu pasti bisa temanku!!!! karena sesungguhnya Allah masih setia untuk kita daripadanya..........

Sunday, March 18, 2012

intelektualisme itu.. " Mar'atus Sholehah "

inspirasi dari sahabat yang selalu memandang pendidikan itu nomer wahid (ONE) menurut saya pribadi penting juga..... tapi ada yang lebih bernilai dari itu semua



jika aku merasa paling benar, itu berarti aku gila kedudukan ^_^ wallahua'lam bishawab

Salah satu Sisi cantikmu pada Intelektualitasnya ukuran intelektual Bukan pada Gelar sarjana atau dimana ia Pernah Berguru.
ILmu mu tak Sebatas bangku Sekolah,Ilmumu kau ambil dari mana saja.SEkolahmu adalah Kehidupan yang tak Pernah tamat sebelum ajal Menjelang.Tak ada Sekolah Untuk Bisa Mendapat Gelar " Sholehah" dan tak ada pun Universitas yang menjanjikan Setiap Mahasi...swanya Lulus dengan Gelar Sholehah.

Karena Gelar Untuk Menjadi " Mar'atus Sholehah " Diberikan langsung Oleh Nabi Kepada Wanita-wanita yang Taat pada Allah dan Rasul_NYA,juga Kepada Suaminya.

Inilah Gelar Sebenarnya Gelar yang harus Kita raih ya ukhti Al-muslimah..
"Mar'atus Sholihah" Allah Berikan Cahaya Diwajahnya,Allah janjikan Syurga kepadanya,Kenikmatan yang tiada Pernah Terputus Baik diDunia Dan Diakhirat.