Thursday, August 9, 2012

Kelebihan Malam Lailatul Qadar

ispiratif malam 21 “Carilah dengan segala upayamu malam Lailatul – Qadar pada malam-malam yang ganjil daripada 10 akhir dalam Ramadan”- 

Hadis riwayat Iman Bukhari r.a.
Mengapa kita harus mencari Lailatul-Qadar? Jawapnya ialah kerana malam itu satu-satunya malam yang penuh keberkatan dan amal ibadat ketika itu mempunyai nilai pahala yang
lebih baik daripada 1000 bulan ( Kira-kira 83 tahun 3 bulan )..
 
Pada malam tersebut dengan izin Allah, para malaikat dan Jibril dari Sidratul Muntaha akan turun kebumi untuk bertemu dengan orang yang beriktikaf, bersembahyang, bertasbih, bertahmid dan bertakbir memohan kebaikan daripada Allah Taala. Para malaikat akan mengaminkan doa mereka itu. Merupakan detik-detik keemasan yang menjanjikan sinar kegemilangan individu muslim untuk merebut syurga Allah dalam kehidupan kekal abadi iaitu di akhirat.
Sianaran matahari esoknya tunduk akur menahan sinaran cahaya malaikat yang sedang bergegas menuju kelangit setelah berhimpun dipelosok bumi pada malam Lailatul-Qadar.

“Pada malam itu, turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara 
 (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikutnya)’-(Surah al-Qadar). 

Malam itu penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar (Surah al-Qadar).

-Dalam hubungan ini Rasaulullah s.a.w bersabda :   

“Pada tiap- tiap malam Lailatul-Qadar itu, Allah menurunkan rahmat yang meliputi sekelian mukmin di atas muka bumi ini dari timur ke barat. Selebihnya diperintahkan Allah kepada Jibril agar diberikan kepada bayi yang lahir pada malam itu samada oleh ibu yang Islam atau Kafir”. 
 ( Kitab Durrah al – Nasihin ).

Kebanyakkan ulama berpendapat, Lailatul-Qadar ialah malam mula diturunkan al- Quran, iaitu pada 17 Ramadan tahun ke 40 setelah Nabi Muhammad dilahirkan. Rasulullah bersabda : 

“Lailatul Qadar dikurniakan ke atas umatku dan tidak kepada umat lain” 
- Hadis riwayat Anas r.a. Rasulullah pernah memikirkan mengenai umur umatnya yang pendek berbanding umat nabi-nabi yang lain (Sekitar 60-70 tahun jarang yang lebih daripada itu). Dengan rahmat Allah dikurniakanNya malam Lailatul-Qadar yang penuh keberkatan itu terlebih baik daripada 1000 bulan.

Sunday, August 5, 2012

doa setelah shalat witir

Pertanyaan:

 Bismillah. Saya mau nanya, apakah ada doa setelah shalat tarawih dan witir? Saya seorang pelaut yang bekerja di kapal, dengan lama kontrak berlayar selama 8 bulan. Mohon nasihatnya. Jazakallah khairan. Abu Yumna (**_sltg@***.com)

 Jawaban:

Bismillah.

 Doa setelah tarawih

Tidak ada doa setelah tarawih maupun di sela tarawih. Yang ada adalah doa setelah witir. Adapun doa yang sering dibaca masyarakat, yaitu,

 أشهد أن لا إله إلا الله، وأستغفر الله أسألك الجنة، وأعوذ بك من النار

maka doa ini berdasarkan hadis,

 فاستكثروا فيه من أربع خصال، خصلتان ترضون بهما ربكم، وخصلتان لا غنى بكم عنهما، أما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله، وتستغفرونه، وأما الخصلتان اللتان لا غنى بكم عنهما، فتسألون الجنة، وتعوذون من النار

“Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadan. Dengan dua hal, kalian akan mendapatkan ridha dari Rabb kalian; dua hal lainnya sangat kaliat butuhkan. Dua hal, yang dengannya kalian mendapatkan ridha Rabb kalian, adalah Syahadat Laailaaha illallaah dan beristigfar kepada-Nya. Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah kalian meminta surga dan memohon perlindungan dari neraka.”

 Dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah dijelaskan, “Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Muhamili dalam Al-Amali (jilid 5, no.50) dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (no. 1887). Ibnu Khuzaimah berkomentar, ‘Andaikan sahih, bisa menjadi dalil.’ Juga diriwayatkan oleh Al-Wahidi dalam Al-Wasith, 1:640. Sanad hadis ini dhaif karena adanya perawi Ali bin Zaid bin Jada’an. Orang ini dhaif, sebagaimana keterangan Imam Ahmad dan yang lainnya. Imam Ibnu Khuzaimah telah menjelaskan, ‘Saya tidak menjadikan perawi ini sebagai dalil, karena hafalannya jelek.’” (Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah, 2:263)  

Doa setelah witir Doa pertama

 اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

 “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (H.r. An-Nasa’i, Abu Daud, dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)  

Doa kedua

 سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

“Mahasuci Dzat yang Maha Menguasai lagi Mahasuci.” (H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

 Keterangan:
Doa ini dibaca tiga kali. Bacaan yang ketiga dibaca dengan keras dan dipanjangkan “subhaaanal malikil qudduuuuusssss“. Tidak perlu tambahan “Rabbul malaikati war ruh“. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

Thursday, August 2, 2012

Keuntungan Bagi Muslim Yang Meninggal di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum,

Innalillahi Wainnailaihi rajiun
selamat pagi.... di hari puasa ke 14 ini keluarga saya (paman saya "sumarkan" di panggil ke rahmatullah, Semoga di ampuni dosa" nya dan di terima amal ibadahnya Aamiin ya Rabb.




Banyak yang mengatakan, meninggal pada bulan Ramadhan bisa masuk surga..?
Benarkah?
Ni yang kudapat dari googling tadi, moga artikelnya bermanfaat.

”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl : 97)

Janji Allah swt untuk memasukkan mereka kedalam surga-Nya tidaklah terbatas, tidak di bulan ramadhan saja akan tetapi di semua bulan dan di semua waktu selama orang tersebut betul-betul beriman dan beramal shaleh.

Adapun keutamaan bagi orang yang meninggal dalam keadaan berpuasa terdapat didalam riwayat Ahmad bahwa Nabi saw bersabda, ”Barangsiapa yang mengatakan Laa Ilaha Illalah dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.
Barangsiapa yang berpuasa suatu hari dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.
Barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.” Syeikh Al Bani mengatakan bahwa sanadnya shahih.

Ayat-ayat dan hadits diatas adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan meninggal dalam keadaan beriman serta mengharapkan ridhonya didalam amal-amal shalehnya tidak terkecuali jika hal itu terjadi di bulan ramadhan. Akan tetapi hal ini tidaklah bisa digeneralisir kepada semua orang yang meninggal di bulan ramadhan.

Bagaimana mungkin seorang yang meninggal di bulan Ramadhan sementara ia tidak beriman kepada Allah atau tidak berpuasa atau berpuasa akan tetapi tidak dilakukannya semata-mata mengharapkan ridho-Nya lalu dimasukkan ke surgaquestion!!
Dan tidaklah ada dalil yang menyebutkan keutamaan secara khusus terhadap orang yang semata-mata meninggal di bulan ramadhan akan masuk surga.

mohon do'anya ya sobat semuanya ..
Wallahu A’lam

Wassalam