Monday, April 2, 2012

kebahagiaan itu bukan untuk ku

Setiap manusia pada dasarnya mengharapkan kebahagiaan disepanjang hidupnya, terutama dengan orang yang dicintai. Karenanya berbagai upaya mereka lakukan untuk mewujudkannya. Namun kualitas kebahagiaan yang sesungguhnya adalah bukan dari bagaimana cara mereka menciptakan kebahagiaan tersebut, namun dari cara mereka mensyukuri atas segala karunia yang telah diberikan-Nya.



Karena seiring sebuah kebersamaan dijalin, maka sesungguhnya saat itu juga bayangan perpisahan telah turut mengiringinya. Semua hanya tinggal menunggu waktu atas akhir perpisahan yang tiada satupun dapat mengetahuinya, dan bahkan atas apapun yang menyebabkannya serta dimana perpisahan itu akan terjadi.

Dan apabila hingga detik ini kita masih diberi kesempatan dari-Nya dalam mengisi kebersamaan tersebut, maka manfaatkanlah kesempatan itu dengan sebaik-baiknya dan lakukan dengan sepenuh hati seiring bersyukur pada-Nya. Namun andaikan perpisahan itu harus tiba dengan cara yang tiada pernah diduga, maka ikhlaskan kepergiannya seiring sepenggal do’a yang akan menjadi saksi akan indahnya kebersamaan.

Apabila kita telah belajar akan arti ikhlas di dalam melepas kepergiaan seseorang yang kita cintai, maka yakinlah bahwa Tuhan juga takkan pernah membiarkan kita dalam keterpurukan tanpa akhir. Karena sesungguhnya Tuhan Maha Mengetahui dalam menghibur hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya, dan bahkan cara Tuhan menghibur kita pasti akan jauh lebih indah dari yang selama ini diharapkan di dalam sepenggal do’a yang kita panjatkan.

No comments:

Post a Comment